21.9.09

2 in a million

You are the one who said go try it
You said the words, it's gonna be alright
And when I fell, you'll hold me close
You help me try again

But if it was alright
You always try to make me feel better
You said you know I can
You will attend with me
Through whatever

When the sadness comes up
U will take my hand, take the lead
You will wipe my tears away
You said that you will help me shine

You gave me roots to grow in love
You gave me wings to reach a star
You set me free to be who I am
Just being who you are

I thank the Lord for who you are
He knows just who I need
You love me just the way I am
And pointed the way to whom I could be

No pours too big enough
Cause what I have is worth is fighting for
It's two in a million
The chances to finding
Parents...
Like, you.....

Lucky I have them

There's a month, in my heart that I know it's full of bless.
I have gotten it!
Full of bless, full of love. In the end of Ramadhan, the blesses is come never stop.
Thanks God, I have many of people around me who cares with their neighbour.
Oh, not just my nice neighbour who love me, but the persons that I know. They are a kind of nice people!
Look! I got a jeans for free (you can know it by read the previous post), a durian, some foods to 'buka puasa', a pack of eggs, a big chicken, a very big bottle of markisa siroup, and many more!!!
Wawawaw...
If I can, I will hug them all, with the tears streaming on my cheek...
I can't catch the word too worth enough to show my thank feeling.
I want to make a confession, just to thank them.
But that's not my character. That's not me...
I just, I just can't to show my love to them.
Eventhough not now...
Yeah, I hope they understand. I will reciprocate their kindness, when the true time comes up.
Please God, help me! Help me to point out my expression of thanks!!!
Please God, give me character, what make me a new Nada!
Nada who a very kind of girl, who loves her family, friends, and people around her so much. Give me it, my God!!!
That's my wish for this Ramadhan.
Can You give me that one??? Just it... Really just it.
It's for a better part of my life...
And now I just can to sing a beautiful song :

Beruntungnya diriku memilikimu
Berikan cahaya temani langkahku
Andai sejak dulu kau ada disini
Pasti tak akan ada cinta yang lain
Tak kurasa sebelumnya...
Sejuta cinta yang terindah...

And this one...
It's like catching lightning the chances to finding someone like you
It's one in a million the chances to feeling the way we do
And every step we just keeping on better
So can I have this dance?
Can I have this dance....

14.9.09

Lebaran is coming soon

Sekarang sudah hari keberapa puasa??

Hmm tak tahu pastinya kapan tapi semua orang bisa menduga kalau hari raya Idul Fitri yang meriah itu sudah semakin dekat dengan kita.

Aku pun turut gembira dengan datangnya hari lebaran.

Setelah kupikir-pikir, yang membuatku senang dengan adanya lebaran adalah :

Persiapannya!

Benar?

Lihat deh, justru karena persiapan-persiapan untuk menyambut hari raya tersebutlah yang kayaknya meriah banget.

Pertama, buat kue kering. Wah, hal yang wajib tuh! Tanpa kue kering, saat lebaran seperti ada yang kurang. Walaupun kalau menurut pengamatanku,kue kering hanya berguna untuk menghias meja karena begitu sedikitnya tamu yang tertarik mencicipi kue itu. Seperti di rumahku! Sehabis lebaran, kue-kue masih berlimpah. Mungkin hanya habis setengah atau sepertiganya saja. Akhirnya, sang tuan rumahalah yang bertugas 'menghabisi' !

Hahahaaaa...

Tapi aku senang-senang saja kalau kue dirumahku masih banyak.

I was happy instead!!!

Kalau misalkan kue lebarannya sudah hebis begitu saja tanpa campur tanganku, aku bisa kecewa sekaliiii....

Mama ku masih rela membuatkan kue kering lebaran (tidak beli atau pesan maksudku) hanya karena kegemaranku yang sangat suka makan kue.

Kalau aku nggak suka makan kue sih... Yahhhhhh, nggak bakal dibikin sendiri deh! Pasti beli atau pesan saja. Maksud mamaku sih, kan biasanya kue kering yang dibeli atau dipesan itu nggak enak atau nggak sesuai dengan selera. Jadi kalau dibuang ya Cuma 'it's okay' ....

Masalah kue kering, kayaknya beda gitu, lebaran dengan kue bikinan sendiri dengan kue lebaran buatan orang lain. Walaupun mungkin bentuk dan rasanya sebenarnya lebih enak, tapi aku nggak doyan! Pokoknya buatku, "made in Mom" is the best!!!!

Hal yang kedua, baju lebaran. Siapa yang tidak senang dapat baju baru?? No one??

Iyalah. Beli baju lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu. Bahkan, It's the most wanted anymore...

Including me! Agak malu sih mengingat aku sudah gede dan tidak butuh lagi hal-hal seperti itu. Tapi, yaaaa namanya juga remaja! Pasti memperhatikan penampilannya juga! Itu artinya...baju baru. Tapi aku sudah sadar diri, porsi keinginannya sudah kukurangi dari 3 stel baju menjadi 1 saja. Itu lebih baik kan?

Nah, akhir-akhir ini aku sudah membeli untuk apa yang akan kukenakan saat lebaran nanti.

Waktu itu, pada sore hari, aku sekeluarga (aku,mama, dan papa) pergi berbelanja di supermarket. Sepulangnya, aku minta singgah di toko baju favoritku, langgananku, kesukaanku pokoknya deh. Karena aku tahu, kalau toko itu baru saja kedatangan stok barang baru. Dan lebih lagi, aku bisa mendapatkan potongan harga yang fantastis disana! (yap, karena pemilik tokonya adalah teman orangtuaku) diskonnya bisa dari 25%-70% !! Hanya untukku! Dan karyawannya, atau apa ya namanya? Pokoknya dia saudaranya pemilik toko itu yang sekarang meng-handle toko karena pemilik tokonya berdomisili di Jakarta (dan disini di Jayapura), dia itu biarpun cowok, mempunyai sense of fashion yang tinggi! Jadi biasanya setiap aku kesana, dia akan menyarankan baju-baju bagus kepadaku. Bagiku dia sudah seperti fashion stylist deh!!! Dia akan memberi saran dan memix and match kan baju beserta sepatu dan pernak perniknya padaku. Dan bagusnya, selera fashionnya denganku sama! Jadi nggak heran setiap aku kesana, pasti nggak akan bisa menahan hasrat untuk membeli pakaian.

Lucky, kak Putra (si fashion stylist itu) menyarankan agar membeli dress kotak-kotak hitam putih yang mempunyai detail ruffles dibagian lengannya yang kainnya bagus dan enak dipakai. Wah, sudah kubilang, apapun yang dianjurkannya padaku memikatku! Aku langsung jatuh cinta dengan dress itu. Harus beli!!!

Okay... How about the price??? Like I guessed...very cheap! Just Rp. 60.000 ! That's a half of the real price.

Beruntungnya diriku memilikimu...

Lalu, dia menganjurkan untuk membeli jeans dengan bahan berkualitas bagus dan warna yang memikat hati. Awalnya, walaupun aku sangat tertarik, tapi aku nggak berniat untuk membelinya. Karena aku merasa koleksi jeans ku sudah cukup banyak.

Aku bilang kalau nggak membeli jeans itu, karena jeeans ku sudah banyak. Tapi kak Putra masih membujuk-bujuk. Dia bilang ini stok nya tinggal sedikit, nanti aku pasti diberi harga yang super murah. Tapi aku menolak dengan sopan saja. Kak Putra masih nggak mau nyerah. Lalu akhirnya mamaku bilang kalau jeans itu disimpan aja dulu untukku, nanti aku menabung yang rajin sampai uangku cukup untuk membeli jeans itu. Lalu mama bercanda "Nanti tunggu hadiah lebaran dari pak haji Zen saja, seperti yang kemarin" (iya, jadi waktu puasa tahun kemarin, aku ke tokonya Pak haji Zen itu, padahal maksudnya tu Cuma karena Papa mau ngobrol sama dia. Tapi aku dipaksa untuk milih-milih barang-barang yang aku suka. Yang mana saja! Akhirnya, dengan terpaksa (hahay) aku mendapatkan sebuah blus, sepatu yang menurutku kayak sepatunya si nona tersiksa atau Cinderella, dan jeans yang keren). Ketawa-ketawa deh... Sudah, mama ngajak pulang.

But, that jeans was my fate.

Paman dari kak Putra datang (yang juga saudara dari pemilik toko ini, bahkan dia sendiri pun sudah mempunyai banyaaaaaak sekali toko yang bercabang kemana-mana a.k.a Pak Hj. Zen).

Pak Hj. Zen ngobrol-ngobrol dulu dengan papa. Terus dia tanya "Nada beli apa? Sudah dapat yang dimau belum?" aku jawab "Sudah om..."

Wah, tapi dasar si kak Putra itu, saking pengennya aku jadi cewek yang paling stylish (aku memang begitu kok, setidaknya, di kota Jayapura ini), dia bilang "Tadi dia mau beli jeans itu tapi nggak jadi. Katanya mau nunggu hadiah THR dari Pak Haji..."

Gubraks!!!!

"Ooh... Iya sudah. Bungkusin jeans nya itu buat Nada."

HORRAY!!! Tapi aku teriak dalam hati aja sih..

Terima kasih om Zen... Terima kasih kak Putra...

Love them all...

Nah, lengkap sudah outfit untuk lebaranku. Yaitu dress kotak-kotak, dipakai dengan manset hitam (karena aku berkerudung harus berpakaian serba tertutup) jeans hitam ketat, dan sepatu silver berhak hanya 4 cm (aku nggak minat pakai hak yang tinggi, karena aku nantinya akan sangat menjulang, karena aku ini aja aslinya udah tinggi) yang edgy. Untuk aksesorinya, yang kira-kira dua hari setelahnya kubeli, yaitu cincin berwarna merah yang berani dan bertuliskan 'love', bangles warna pink yang unik, dan kalung perak. Cantik banget aksesorinya! Bagi yang berminat, bisa beli di PinkKiss...

Oh ya, ngomong nih, mamaku kemarin beli sendal, tapi sayangnya nggak cocok untuk dia, jadi dikasih ke aku deh. Keren! Selera mamaku dan aku hampir sama, Cuma aku lebih berani.. Cantik banget sendalnya. Sayang nggak matching dengan outfit ku. Tapi nggak apa-apa sih, kalau sendalnya kupakai dengan outfit lebaranku yang lama (nggak baru beli maksudku).

Lanjutkan !

Hal yang ketiga, mendekorasi rumah! Benar kan? Dari mengecat dinding, pagar, bahkan mengubah struktur bangunannya. Walaupun capek, tapi mengerjakannya dengan senang hati. Lagipula ketika sudah jadi, kita akan senang banget kok. Karena hasilnya memuaskan bila dikerjakan dengan ikhlas. ^_^

Yang keempat, bersih-bersih rumah! Yang ini sih, bikin capek juga. Apalagi yang punya pembantu yang pastinya mau mudik. Capeeeeeeeekk!! Kok bisa ya rumah jadi kotor begini?? Hehek.

Begitulah...yang penting apapun persiapannya, harus kita jalani dengan ikhlas. Dan jangan lupa dengan puasanya! Justru di hari Idul Fitri, kita harus menjadi pribadi yang bersih kembali... Makanya, semakin dekat dengan lebaran, harusnya lebih giat lagi beribadah dan menghindari sifat dan perbuatan yang tak terpuji!

Selamat menyucikan diri teman...

Hihihi..

7.9.09

Late (Mon)Day

Hari ini, wuah banyak amat yang telat!
Sebenarnya sih mereka nggak telat, hanya saja, pas mau berjalan memasuki gerbang sekolah mereka dicegat sama satpam baru punya sekolah dan nggak dibolehkan masuk sebelum memakai seragam yang betul. Yap, mereka salah pake seragam! Harusnya kan di sekolahku itu setiap hari Senin harus pakai seragam putih putih, taqpi tetap ada yang bandel dan make seragam putih biru...
Ew pulang deh mereka kasian banget yah.
Ehem kelas jadi sepi banget karena kehilangan sekitar setengah personilnya.

Udah jam delapan, satu persatu anak datang kembali ke sekolah.
Pertamanya bu guru masih baik...ngebolehin mereka masuk gitu aja.
Tapi pas untuk yang ke seratus kalinya diganggu oleh bunyi (toktoktok) berisik, Mam favoritku itu akhirnya menghukum 4 orang anak murid yang terlambat masuk dan anehnya datengnya bersamaan.
"Mereka disuruh apa ya?" Mam nanya.
Si pengheboh kelas, Ryan, angkat bicara "Nyanyi balonku pake bahasa Inggris sambil kumur-kumur!"
Sadis si Ryan itu. Mana orang lagi puasa disuruh nyanyi sambil kumur-kumur ya ketelen lah airnya ya emang sih si Ryan itu tiap hari otaknya ketinggalan di rumah mulu.
"Nyanyi Tak Gendong pake bahasa Inggris aja Mam!"usul dariku.

Akhirnya, Mam hanya memberi hukuman nyanyi "Are you sleeping?" tapi diganti dengan kalimat permohonan maaf karena telah terlambat datang dan mengganggu teman yang lainnya kemudian berjanji untuk tidak akan pernah terlambat lagi.

Kiranya sudah habis yang datang telat. Ternyata masih ada lagi!

Ada dua orang lagi datang jam setengah sembilan. Stres ya mereka? Kalau gitu sih aku mending ga usah pergi sekolah aja sekalian eh eh eh tapi jangan tiru aku ya gimanapun aku cuma bercanda hehek.

Mereka disuruh ngobrol dengan guru piket yang sedang bertugas menggunakan bahasa Inggris. wah menurutku itu aneh ya soalnya kayak guru piketnya ngerti aja apa yang kita omongkan ck ck...
Lalu percakapan mereka itu ditulis dan dikumpulkan di Mam.

Kasian banget mereka! Mereka selesai ngerjain tugas itu waktu sudah jam sembilan lewat. Karena mereka juga harus mengalami penderitaan menerima hukuman dari guru piket yang aku nggak tau apaan.

Uh...semoga aku nggak akan pernah menjadi seperti mereka dan telat datang ke sekolah (lagi)